Senin, 21 Maret 2011

Trip to Singkawang with TRUE Guru Sejati

Responsibility Reporting/Laporan Pertanggungjawaban

PELATIHAN MANAJEMEN TUTOR KBA

TEMA: “PENINGKATAN KUALITAS PENDAMPINGAN PADA ANAK”

Singkawang, West Kalimantan, 1 – 4 of March 2011

Pelatihan dilaksanakan di :

Aula Common Learning resource Centre, Department of Religion (Pusat Sumber Belajar Departemen Agama) Jalan Veteran Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah Telp.(0652) 640850.

Hari kedua Rabu, 02 Maret 2011

Berdasarkan dari rundown yang sudah ditentukan dan hasil dari bierfing semalam, pada hari kedua ini dijadwalkan kita melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat simulasi dan pertisipatif activity, dimana apabila kemarin hanya pelatihan searah dan sosialisasi kesepakatan peraturan selama mengikuti pelatihan atau bisa dibilang training rules agreement and open mind session, yang mana BuAling dan PakErfan tidak hanya membuka wawasan para peserta tentang we have to be proud being Indonesian dengan segala kelebihan dan kebanggan yang sempat kita lupakan selama ini, dan juga bagaimana sih sebenarnya model sekolah pada abad 21 itu.

Nah, pada hari kedua ini kegiatanya tidak kalah luar biasa dari hari pertama. Sebelumnya dibawah ini adalah rundown untuk hari kedua:

Hari

Jam

Materi

PJ

Rabu, 2 Maret 2011

08.00-08.30

Pembukaan, senam

Mr “D”

08.30 – 10.00

Pembelajaran Kontekstual dan Pembelajaran Yang Menyenangkan

P’Erfan

10.00 – 10.15

Coffee Break

Mr “D”

10.15 – 10.30

Ice Breaking

Mr “D”

10.30 – 12. 00

Pembelajaran Matematika Yang menyenangkan (simulasi)

P’Erfan

12.00 – 13.00

Makan Siang

Mr “D”

13.00 – 13.15

Ice Breaking

Mr “D”

13.15 - 15.00

Pembelajaran Science Yang menyenangkan (simulasi)

P’Erfan

15.00 – 15.15

Coffea Break

Mr’D

15. 15 – 16.00

Lanjutan simulasi pembelajaran science yang menyenangkan

P’Erfan

16.00

Penutup

Mr ‘D’

Hari ini pelatihan dimulai agak molor dari jadwal yang telah ditentukan yakni yang seharusnya dimulai pada pukul delapan tepat kita baru bisa membuka acara pada pukul 08.30 pagi, dikarnakan ada beberapa peserta yang jarak tempuh dari rumah ke lokasi pelatihan cukup jauh dan ada beberapa harus pergi ke kebun terlebih dahulu untuk memasang tampungan untuk getah karet. Tetapi walaupun begitu antusiasme mereka sungguh sangat luar biasa dimana tidah ada satupun peserta yang tidak masuk pada hari ikedua ini.

Pelatihan seperti biasa dibuka dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh perwakilan salah satu peserta, lalu dilanjutkan dengan ritual yang tidak boleh dilupakan dan terlewatkan yaitu Waka-waka dance/Senam WakaWaka, semuanya mengikuti dengan penuh semangat dan serius memperhatikan setiap gerakan yang dicontohkan oleh pak Erfan dan Mr.D.

Lalu acara pun dilanjut dengan presentasi dan pemaparan tentang Pembelajaran Kontekstual dan Pembelajaran Yang Menyenangkan yang di fasilitatori oleh PakErfan. Sangat menarik materinya dan semakin terlihat rasa penasaran para peserta yang sepertinya ingin segera mengalami dan melakukan simulasi pembelajaran tersebut. Sebelum melanjut ke sesi berikutnya yaitu aplikasi dari teori yang sudah dipaparkan oleh pak Erfan para peserta dipersilahkan untuk menikmati coffee break terlebih dahulu yang telah disediakna oleh panitia dari WVI. Lima belas menit yang penuh dengan rasa penasaran pun akhirnya terlewati, sesi berikutnya peserta diajak keluar ruangan untuk melakukan simulasi Pembelajaran Matematika Yang menyenangkan dan selaras dengan alam tentunya, adapun kegiatan ini di fasilitatori oleh pakErfan. Tetapi sebelum beranjakke sisi tersebut saya memberikan pemanasan dan juga sedikit memotong rasa penasaran mereka dengan memberikan ice breaking yaitu bernyanyi Topi Saya Bundar dengan dibarengi body language seiring dengan lagu yang dinyanyikan yang mana peraturanya ketika menyanyikan lagu tersebut semuanya menghilangkan kata saya untuk nyanyian yg pertama, lalu menghilangkan kata topi dan bundar, dan yang terakhir menghilangkan kata saya, topi dan bundar. Seperti biasa semua peserta terlihat senang dan penasaran ingin segera mengaplikasikanya kepada anak-anak bnaan mereka. Ice breaking pun berakhir lalu dilanjutkan dengan bekegiatan di luar ruangan aula, seperti biasa mereka mengikuti dengan penuh antusias walaupun hari terasa panas dan menyengat.

Tidak terasa sesi pertama pun berakhir dimana mereka sudah mendapatkan lagi inspirasi yang luar biasa tentang bagaimana menciptakan pembelajaran matematika yang menyenagkan dari pakErfan, smakin terlihat mencair komunikasi dan jalinan perkenalan antara peserta satu sama lain dan juga dengan fasilitator sendiri, mereka sudah mulai memberanikan diri untuk mengekspresikan diri, ikut terlibat secara langsung dalam setiap simulasi hingga untuk menegur dan mengobrol dengan fasilitator langsung, yang mana apabila pada hari pertama mereka masih merasa canggung dengan peserta yang lain maupun dengan fasilitator sendiri. Tetapi pada hari ini mulai terlihat keberanian mereka dan mulai terpecah kebekuan tersebut.

Satu jam untuk istirahat makan siang pun berlalu sudah saat nya petualangan berlanjut, petikan lagu panggiilan untuk segera memasuki arena petualangan pun dilantunkan, dan seperti biasa mereka terlihat sangat antusias dan penasaran akan ada kejutan macam apalagi setelah ini. Saya pun membuka acara dengan meneriakan yel yel dan mereka menjawab dengan penuh semangat. Sebelum beranjak ke petualangan berikutnya saya pun memberikan sedikit ice breaking untuk pemanasan menuju simulasi Pembelajaran Science Yang menyenangkan dan masih difasilitatori oleh pak Erfan. Adapun ice breaking nya adalah senam otak, yaitu menyanyikan lagu balonku ada lima tetapi ada yang unik didalamnya atau ketika melakukanya, peserta pun diminta untuk konsentrasi penuh dalam melakukan hal ini, pertama tama saya instruksikan kepada mereka untuk menyentuh hidung mereka dengan tangan kiri mereka dan tangan kanan posisi menyilang dengan tangan kiri menyentuh daun telinga sebelah kanan, kemudian kedua tangan tersebut harus bergantian menyentuh hidung dan daun telinga, tangan kanan bergantian menyantuh hidung dan tangan kiri meenyentuh daun telinga kanan ketika sudah melakukan ketukan ke paha masing-masing selama menyanyikan lagu tersebut, tempopun dinaikan terus selama bernyanyi dan banyak sekali dari mereka kesulitan untuk tetap melakukan itu dengan benar. Akhirnya terlihatlah lagi keceriaan dan cairlah kebekuan antara satu sama lain, dan mereka pun terlihat sungguh bersemangat untuk mengikuti dan berpetualang di sesi berikutnya.

Acarapun saya serahkan kepada pakErfan, dan beliau pun langsung mengajak peserta untuk berekspolasi ke alam atau ke luar aula, karna pada sesi ini akan di simulasikan pembelajaran science selaras alam jadi mereka para peserta dilatih untuk dapat semaksimal mungkin menggunaan alam sebagai bahan ajar pembelajaran atau menjadikan laboratorium raksasa yang tiada habisnya untuk menjadi inspirasi dan bahan pembelajaran, satu lagi disitu saya belajar sungga=uh Allah SWT telah menciptakan alam bukan hanya untuk dinikmati keindahan didalamnya tapi kita sebagai khilafah di dunia ini haruslah pandai pula mrngelola dan memanfaatkanya. Subhanalllah,segala yang terbaik dan luar biasa ada pada Dirimu.

Akhirnya sesi terakhir pada hari ini pun harus berakhir setelah mereka mempresentasikan hasil eksplorasi di alam, kemudian dilanjutkan coffee brreak terlebih dahulu, setelah itu maka penutupan pun harus dilakukan walaupun sepertinya masih terlihat senyum keceriaan dan semangat yang masih terpancar di ekspresi wajah mereka. Sebelum acara penutupan dilaksanakan saya dan teman-teman fasilitator sepakat untuk sedikit memberi kejutan kepada tiga orang peserta yang kebetulan sedang berulang tahun pada hari ini, hal ini diketahui oleh ibu Aling ketika beliau merekap data peserta tadi siang ketika rehat makan siang, kami pun berembuk untuk membuat skenario bahwa ketiga orang tersebut mengumpulkan dan mengisi data palsu, dan terpaksa kita sebagai fihak yang merasa dirugikan dan dikecawakan harus mengeluarkan dan tidak mengikutsertakan mereka untuk hari berikutnya dalam training ini. Saya pun panggil mereka kedepan dan membeberkan apa saja kesalahan mereka, kemudian pakErfan pun turun tangan untuk menambahkan pemaparan dari saya, sebenarnya saya tidak tega melihat ekspresi kebingungan dan ketakutan mereka pada saat itu, begitupun pakErfan dan BuAlling dan semua paseta pun terdiam dan kebingungan, kemudian buAling pun menyetel lagu selamat ulang tahun ketika pak Erfan sedang beraksi, dan apa yang terjadi ketiga peserta yang dikerjai pun terkapar lemas dan menangis terharu begitupun peserta yang lain turut ikut merasakan apa yang dirasakan mereka, kami pun menyalami dan mengucapkan selamat dan memohon maaf telah melakukan itu, dan peserta yng lain pun maju semuanya tak terkecuali untuk menyalami merka dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada mereka. Sungguh kejadian yang tidak bisa dilupakan, amazing.

Sebelum acara ditutup saya pun memberikan quiz dengan mengajukan tiga pertanyaan rebutan kepada para pesrta yang berhasil menjawab dengan benar akan diberikan doorprize, adapun ketiga pertanyaan tersebut adalah:

  1. Bagilah 50 dengan setengah, kemudian tambahkan 10, berapakah hasilnya? Jawab : 110

Kebanyakan dari mereka kebingungan dalam menjawabnya hingga ada yang mengotret di buku mereka tetapi walaupun begitu jawabanya tetap salah, ada yang menjawab 35 ada yang menjawab 45... tetapi setelah pertanyaan saya ulangi yang ketiga kalinya ada satu peserta yang ngeuh dan faham kemudian dia pun berteriak 110 sambil tertawa karna sudah terjebak sebelumnya.

  1. Ada bulan yang punya 30 hari , ada juga yang 31 hari, pertanyaanya ada berapa bulan yang punya 28 hari? Jawab: 12 bulan

Hal yang serupa pun terjadi seperti pada pertanyaan pertama hampir semua peserta menjawab satu bulan. Padahal semua bulan dalam setahun semuanya memiliki 28 hari.

  1. Berapa banyak dari masing-masing jenis binatang yang dibawa nabi Musa ke perahunya? Jawab: tidak ada.

Kejadian lucu pun terjadi pada pertanyaan ini semuanya terjebak, ada yang menjawab banyak, jantan dan betina hingga ada yang menyebutkan satu persatu jenis hewan. Padahal sebenarnya bukan nabi Musa tetapi nabi Nuh. Tetapi setelah saya ulangi dan memberikan penekanan ketika saya menyebutkan nabi Musa nya ada salah satu dari mereka menyadari sedang di tipu. Dan ia pun berterian tidak adaaaa..

Pembagian doorprize pun tidak berakhir disini, pak Erfan mengumumkan dua orang peserta yang tersemangat dan terheboh pada hari ini. Kemudian dilanjutkan dengan sharing kesan dan pesan dari perwakilan peserta, Alhamdulillah respon positif pun terucap dari mereka yang membuat kami merasa berhasil dan sedikit bermanfaat untuk mereka hari ini. Akhirnya acara pada hari ini pun harus ditutup, seperti biasa waka-waka dance pun kita lakukan yang membuat kita semua berkeringat dan bersenang-senag di sore hari ini.

Hari keempat, Jum’at, 04 Maret 2011.

Setelah semalaman bergadang menghitung sisa sisa pekerjaan hari ketiga yakni menghitung IPK dari masing-masing KBA dan juga begadang mempersipakan materi Pembelajaran Bahasa Inggris yang Menyenangkan untuk hari esok. Akhirnya hari tertakhir yang ditunggu-tunggu pun datang juga. Hari ini akan dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan luar biasa pastinya, adapun dibawah ini adalah run down untuk hari keempat :

Hari

Jam

Materi

PJ

Jumat, 4 Maret 2011

08.00 - 08.30

Pembukaan, senam

Mr “D”

08.30 – 10.00

Pembelajaran Bahasa Indonesia Yang menyenangkan (simulasi)

P’Erfan

10.00 – 10.15

Coffea Break

Mr “D”

10.15 – 10.30

Ice Breaking

Mr “D”

10.30 – 11. 30

Pembelajaran Sosial Yang menyenangkan (simulasi)

P’Erfan

11.30 – 13.00

Makan Siang, solat jum’at

Mr “D”

13.00 – 13.15

Ice Breaking

P’Erfan

13.00 - 15.00

Pembelajaran Bahasa Inggris Yang menyenangkan (simulasi)

Mr ‘D’

15.00 – 15.15

Coffea Break

P’Erfan

15.15 – 16.00

Penutup dan Komitmen Progran

P’Erfan

Seperti biasa ritual waka-waka dance menjadi pembuka acara pada hari terakhir ini, dan rupanya semua peserta sudah sangat hafal sekali dengan semua gearakan waka-waka dance ini. Subuah kebanggan bagi kami melihat kekompakan dan antusiasme mereka pada saat itu, mudah mudahan gerakan senam ini bisa di tularkan dan aplikasikan kelak ketika mereka kembali ke lapangan bertemu dengan teman-teman kecil mereka.

Sebelum memulai sesi pertama yaitu simulasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Yang menyenangkan dengan pak Erfan, saya memberi sedikit ice breaking pemanasan walaupun mereka sudah cukup berkeringat dengan waka-waka dance, walaupun begitu mereka tetap melakukannya dengan penuh semangat dan antusias, adapun permainanya seperti ini, pertama-tama saya bagi mereka menjadi tiga kelompok besar, kemudian untuk kelompok pertama saya instruksikan untuk melakukan gerakan berenang sambil meneriakan gejebar gejebur gejebar gejebur gejebar gejebur, lalu untuk kelompok berikutnya saya instruksikan ‘untuk melakukan gerakan memanah sambil meneriakan siuung jleb siuung jleb siuung jleb dan mengarahkan anak panah kepada fasilitator, sedangkan untuk kelompok terakhir melakukan gerakan berkuda sambil meneriakan kutuplak kutuplak kutuplak kutuplak. Sungguh luar biasa mereka melakukanya dengan penuh semangat. Acarapun saya serahkan kepada sohibul event pakErfan, seperti biasa sebelum melakukan simulasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang menyenangkan beliau sedikit memaparkan teori tentang hal tersebut.

petualangan pun berlanjut dengan aplikasi dan simulasi pembelajaran tersebut. Tidak terasa waktunya untuk coffee break pun sudah harus dilakukan, setelah itu saya harus memberikan ice breaking untuk mereka berupa permainan Suitan, dimana sebelumnya saya bagi mereka menjadi dua kelompok besar dan saling berhadapan membuat barisan yang lurus. Setelah itu saya instruksikan mereka untuk mengganti karakter jempol menjadi gunderewo dan ketika melakukan gerakan tersebut mereka harus memgang perut sambil tertawa huahahahahhuaaaa, lalu untuk karakter telunjuk diganti menjadi makLampir dengan gerakan nenek nenek bongkok sambil memegang sapu lidi di antara kaki nya sambil tertawa hehehehehhe. Lalu yang terakhir adalah karakter kelingking diganti menjadi Tuyul dengan gerakan kedua tangan memgang kepala botak dan sambil tertawa hihihihihihihihi. Permainan pun dimulai mereka diinstruksikan untuk berembuk akan melakukan gerakan apa, kemudian aba aba pun dimulai dengan SUUIITAAAN, lalu mereka langsung melakukan gerakan yang sudah dirembukan, setelah melakukan tiga kali gerakan kita tentukan kelompokmana yang kalah dan yang menang, bagi yang kalah mendapat punishment berupa mengikuti tarian telletubbies.

Acara pun saya kembalikan kepada pak Erfan untuk melanjutkan kegiatan simulasi pembelajaran sosial yang menyenangkan, petualangan pun berlangsung sangat menyenangkan dan seru hingga tak terasa waktu untuk solat Jumat pun tiba, maka kegiatan pun terpaksa harus segera di cut dan akan dilanjutkan setelah istirahat siang dan solat jumat.

Setelah istirahat solat jumat dan makan siang acara dihandle oleh pak Erfan, karna saya harus mengisi materi simulasi pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan pada sesi ini. Setelah pak erfan memberikan sedikit refresing berupa ice breaking giliran saya pun tiba untuk mengisi materi. Adapun materi yang saya share kepada mereka adalah tentang Cooperative Learning dan simulasi materinya nya adalah part of body, adapun berikut ini adalah slide presentasi materi untuk Bahasa Inggris:

Itulah presentasi dan materi yang saya share kepada mereka dan subhanallah mereka merespon dan mengikuti slide demi slide dengan penuh semangat dan penasaran, dan hal ini membuat saya merasa puas dan jujur hal itu juga membuat saya ingin berbagi lebih kepada mereka cuman karena waktu jua lah yang tidak memungkinkan. Semoga saya bisa berbagi lebih kepada teman-teman di singkawang suatu saat, semuanya akan indah pada waktunya. Trimakasih.

Dede Sopyan Assauri

Bogor, 17 Maret 2011

Selasa, 07 September 2010

Introduction

Hai..... this is the legal English Learning Support of SAB. you may find saveral materials of English Subject which is tought by Mr.D. Have a nice enjoy this blog

English Learning Support SekolahAlam Bogor

contoh link :

klikdisini

Jumat, 10 Oktober 2008

Paper for Debating Contest (Is it Possible Bahasa Indonesia Becomes International Language)


“Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional”

Disusun oleh: Dede Sopyan Assauri (031105083)

Enok Sopiatun (031105084)

Mia Widyandhini (031106023)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Pakuan Bogor

Sejarah Bahasa Indonesia

Sebagaimana kita ketahui, bahasa Indonesia yang sekarang ini berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara mengalami perjalanan sejarah yang panjang. Perjalanan yang ditempuh oleh bahasa Indonesia tak terpisahkan dengan perjalanan yang ditempuh oleh bangsa Indonesia untuk merdeka.

Peristiwa bersejarah yang monumental bagi bangsa dan bahasa Indonesia adalah diikrarkannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 di Jakarta.

Nama “bahasa Indonesia” baru dikenal sejak 28 Oktober 1928, yang sebelumnya bernama “bahasa Melayu.” Bahasa Melayulah yang mendasari bahasa Indonesia yang kemudian diangkat menjadi bahasa persatuan. Masalah yang menarik perhatian para ahli sosiologi bahasa adalah kondisi apa yang memungkinkan bahasa Melayu dipilih dan disepakati untuk diangkat menjadi bahasa nasional. Dan, mengapa bukan bahasa Jawa atau Sunda yang jumlah penuturnya lebih banyak daripada bahasa Melayu.

Berikut ini dikemukakan beberapa alasan sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut.

1. Bahasa Melayu telah digunakan sebagai lingua franca (bahasa perhubungan) selama berabad-abad sebelumnya di seluruh kawasan tanah air kita. Hal tersebut tidak terjadi pada bahasa Jawa, Sunda, ataupun bahasa daerah lainnya.

2. Bahasa Melayu memiliki daerah persebaran yang paling luas dan yang melampaui batas-batas wilayah bahasa lain meskipun jumlah penutur aslinya tidak sebanyak penutur asli bahasa Jawa, Sunda, Madura, ataupun bahasa daerah lainnya.

3. Bahasa Melayu .masih berkerabat dengan bahasa-bahasa Nusantara lainnya sehingga tidak dianggap sebagai bahasa asing.

4. Bahasa Melayu bersifat sederhana, tidak mengenal tingkat-tingkat bahasa sehingga mudah dipelajari. Berbeda dengan bahasa Jawa, Sunda, dan Madura yang mengenal tingkat-tingkat bahasa.

Pada zaman penjajahan Belanda ketika Dewan Rakyat dibentuk, yakni pada 18 Mei 1918 bahasa Melayu memperoleh pengakuan sebagai bahasa resmi kedua, di samping bahasa Belanda yang berkedudukan sebagai bahasa resmi pertama di dalam sidang Dewan Rakyat

Masalah bahasa resmi muncul lagi dalam Kongres Bahasa Indonesia yang pertama di Solo pada tahun 1938. Pada kongres itu ada dua hasil keputusan yang penting, yaitu bahasa Indonesia diusulkan menjadi (1) bahasa resmi dan (2) bahasa pengantar dalam badan-badan perwakilan dan perundang-undangan.

Pada zaman pendudukan Jepang 1942-1945 bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di semua tingkat pendidikan.

Tantangan Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional

Dalam kamus besar bahasa Indonesia tantangan diartikan sebagai hal atau usaha yang bertujuan atau bersifat menggugah kemampuan. Dalam konteks kewarganegaraan, tantangan ini merujuk pada ketahanan nasional yakni hal yang berkaitan dengan tahan (kuat) keteguhan hati dan ketabahan bangsa.(Sunarso.dkk,175:2006)

Sedangkan Menjadi Bahasa Internasional diartikan sebagai salah satu konsep untuk memperkenalkan atau bahkan mengambil posisi penting di kancah internasional. Konsep Menjadi Bahasa Internasional dapat diartikan juga ketika bahasa Indonesia dapat memposisikan dirinya sebagai bahasa yang patut dihargai atau dapat menjadi bahasa internasional dan dapat memperoleh perhatian dunia dan memperkuat jati diri bangsa.

Era globalisasi menyuguhkan suatu tantangan yang harus dihadapi bangsa kita didalam segala aspek kehidupan, seperti dalam aspek ekonomi, politik, social, dan budaya. Dalam aspek kebahasaan, bahasa Indonesia yang selama ini menjadi bahasa nasional harus menjadi subyek dan tidak bersifat defensif (bertahan) lebih dari itu bahasa Indonesia harus menjadi bahasa yang “unik” di kancah internasional dengan kata lain bahasa Indonesia dapat menyandang predikat Menjadi Bahasa Internasional.

Problematika Bahasa Indonesia

Problematika bahasa Indonesia banyak yang muncul dari dalam negara Indonesia sendiri.

Pertama, masalah internal yang menghambat bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional, yakni masih banyaknya rakyat yang belum dapat memahami bahasa Indonesia. Kedua , budaya “simak ucap” yang masih melekat pada masyarakat Indonesia. Rendahnya minat “baca tulis” yang menjadi antonim dari budaya simak ucap terlihat jelas dari data yang disampaikan oleh UNESCO, salah satu badan di bawah naungan perserikatan bangsa-bangsa (PBB) melaporkan, Indonesia pada tahun 1973 mengalami book starvation (paceklik buku). Saat itu, Indonesia tidak menerbitkan satu judul buku pun. Sementara di luar tahun itu, produksi buku di Indonesia berkisar 10.000 judul.(www.pikiranrakyat.com). Salah satu akibat dari rendahnya minat “baca tulis” adalah meningkatkannya jumlah penduduk yang Buta Aksara, sehingga bagi mereka menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah suatu hal yang sulit.

Masalah ekternal yang menjadi hambatan dalam mewujudkan bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional yakni, serangan efek negatif dari era globalisasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa era globalisasi membawa dampak negatif dan positif. Di dalam era globalisasi akan terjadi sebuah perang pemikiran. Mereka memasukkan budaya-budaya melalui media masa. Salah satunya barat mencoba menjajah melalui 3F (food, fashion,fun), dari sini banyak generasi muda yang lebih merasa bangga ketika mereka menggunakan sesuatu yang berhubungan dengan barat, termasuk didalamnya mereka lebih merasa bangga ketika mereka menggunakan bahasa asing khususnya bahasa Inggris dalam kehidupannnya. Tidak hanya dalam hal tersebut, baratpun mencoba memasukkan paham-paham seperti liberalisme, sekularisme, dan kapitalisme. Dari sini terlihat jelas bahwa bangsa Indonesia tidak mempunyai kekuatan untuk bisa menjadi bangsa yang mandiri. Padahal ketika sebuah bangsa ingin menjadi bangsa yang dipandang dalam kancah Internasional, maka bangsa tersebut harus mampu menjadi sebuah bangsa yang kuat dan tangguh, bukan bangsa yang tergantung kepada bangsa lain.

Solusi

Peluang untuk Menjadi Bahasa Internasional telah tersirat pada sejarah perkembangan bahasa pada tiap rumpunnya. Sebagai bahan perbandingan, 400 tahun lalu penutur asli bahasa Inggris berjumlah hanya sekitar lima sampai tujuh juta orang. Saat ini bahasa Inggris dipergunakan oleh lebih dari 315 juta penutur asli, ditambah 300 juta dan 100 juta sebagai penutur kedua dan 100 juta sebagai penutur asing.(Al Wasilah,17:2000). Pada tahun 1920-an orang yang mahir berbahasa Melayu berjumlah sekitar 3 juta(4,9 % dari jumlah penduduk), dan sekarang sekitar lebih dari 131 juta penduduk (83%) yang mahir atau mengerti bahasa Indonesia. Dan tidaklah berlebihan bila kita menargetkan pada tahun 2015 nanti sebanyak 250 juta penduduk telah mahir menggunakan bahasa Indonesia dalam pergaulan sehari-hari. (Al Wasilah,58:2000).

Untuk mencapai cita-cita ini diperlukan suatu koordinasi dan kerjasama yang positif antara pemerintah, rakyat, media massa dan lembaga pendidikan.

Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan di negeri ini hendaknya tidak lebih mementingkan kepentingan asing. Pemerintah juga dapat berperan dalam menumbuh kembangkan budaya baca tulis dan melatih masyarakat untuk menjadi masyarakat literasi. Dengan mendirikan perpustakaan daerah yang dilengkapi oleh buku-buku yang bermutu.

Pusat bahasa sebagai serdadu pemerintah dalam pengembangan bahasa hendaknya dapat berperan aktif untuk meneliti, mengembangkan dan memfiltrasi bahasa asing yang masuk kemudian dengan cepat disesuaikan dengan kaidah tata bahasa Indonesia dan disosialisasikan kepada masyarakat

Rakyat hendaknaya tidak terpengaruh oleh budaya asing yang masuk serta dapat menyaring hal-hal negatif yang sebaiknya tidak diikuti.

Media massa dalam hal ini sebagai sumber informasi publik juga perlu mendapat perhatian khusus karena perannya sebagai penyampai informasi.

Lembaga pendidikan khususnya sekolah merupakan suatu sistem yang menangani ”proses pencerahan ilmu”. Di dalam lembaga ini, pelajar sebagai rakyat Indonesia diajarkan tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan maksud dapat memahami dan mengaplikasikannya secara baik. Kini banyak sekolah nasional berstandar internasional yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Padahal ini adalah salah satu cara bagaimana agar para pelajar di Indonesia lebih bangga dengan hal-hal yang berhubungan dengan internasional. Belum lagi munculnya UU BHP, dimana dengan UU tersebut pemerintah akan lepas tangan, dan pendidikan diserahkan ke pihak swasta atau asing, sehingga hal ini semakin memudahkan asing untuk masuk ke dalam dunia pendidikan Indonesia.

Oleh karena itu diperlukan kolaborasi ”epik” antara rakyat, pemerintah, media massa dan lembaga pendidikan dalam mewujudkan harapan bahasa Indonesia ” Menjadi Bahasa Internasional”, terlepas dari semua keniscayaan yang ada terkandung suatu harapan bahwa Indonesia akan ”bertahan” dan ”menyerang”, menjadi sebuah negara yang diperhitungkan jika kita sebagai rakyat Indonesia bangga akan predikat bhinneka budaya dan secara tangguh berani bersaing di kancah internasional.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Wasilah, Yad.1999. Antropologi Untuk SMU Kelas 3. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Al-Wasilah, A. Chaedar. 2000.Politik Bahasa dan Pendidikan. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya

Budiansyah, Dasim dan Sunatra. 1984.Sosiologi dan Antropologi. Bandung: Epson Group

Parerai, J.D dan Tasai.1996. Terampil Berbahasa Indonesia 4. Jakarta:Perum Balai Pustaka

Esten, Mursai.2008. Bahasa dan Sastra Sebagai Identitas Bangsa Dalam Proses Globalisasi.

Minggu, 20 April 2008

Article's summary

summary: ALCOHOLISM

By: Dede Sopyan Assauri (031105083)

Rose Falkenhagen (1987), in his article, Alcoholism, says that there are so many bad effects to much drink alcohol. For example it can result in debilitating disease that adversely affects many areas of the body, there are It can irritate the stomach and cause gastritis or more serious ulcers, also can cause malnutrition because the appetite becomes depressed, then can also damaged the cardiovascular system. Even cancer of the mouth, pharynx, larynx, and esophagus can be caused from heavy alcohol use. The most dangerous effect of alcohol on the abuser is death. The other effect is it may destroy family ties and also family generation, it means that the physical and mental abuse many families endure for years does irreparable damage, for example they born their baby with a number of birth defects, such as stunted growth, malformation of facial features, extremities, and heart, and even mental retardation. The third effect is of course it may break up friendship and the last is it may wreak havoc on society. Actually there are a lot of ways how to avoid addicted alcohol one of them is make an openly communication about why can be addicted into alcohol to the counseling centers. Nowadays there are a lot of communities that offered freely give such service because they care to fight this problem.